Buku pertama dari tetralogi yang ditulis oleh seorang tua Pramoedya Ananta Toer. Sebuah roman dengan setting cerita awal abad ke-20. sungguh, sewaktu aku membaca buku itu rasanya waktu berbalik dijaman itu. Seakan, aku berada dimana cerita itu meneriakkan kisahnya. Penggambaran yang diberikan padaku sungguh sempurna. Tampak jelas olehku semuanya.
Dalam buku pertama ini menceritakan tentang perjuangan hak rakyat pribumi dari sisi yang berbeda. Bukan menceritakan tentang pertempuran tumpah darah dengan mengacungkan senjata oleh para pejuang kemerdekaan, bukan menceritakan pertempuran pasukan berkuda yang memporak-porandakan kamp militer Belanda, namun lebih ‘sensitif’ dari itu semua. Perjuangan Nyi Ontosoroh dalam memperoleh pengakuan yang syah secara hukum sebagai seorang ibu dalam keluarganya meskipun sang ibu itu hanyalah seorang nyai. Minke, adalah aktor dari Roman tersebut. Dia adalah seorang pribumi dengan darah priyayi, cerdas, rupawan dan semampu mungkin keluar dari kepompong kejawaannya untuk menjadi manusia yang bebas dan merdeka.
Selesai membaca buku ini, rasa-rasanya sudah tidak sabar lg untuk melanjutkan di buku ke 2. Bagaimana kelanjutannya ya?