Malam itu 19Apr08, MP poin penuh sesak dijejali manusia yang hendak ikut bedah buku dengan Andrea Hirata. Momen yang jarang bisa ditemui di Jogja. Lantaran Andrea Hirata Adalah sosok penulis buku sastra yang karyanya cukup sering didengar akhir-akhir ini. Buku laskar pelangi karyanya, telah terjual lebih dari 500.000 Copy. Begitu ramainya malam itu, hingga banyak peserta tidak kebagian tempat sehingga harus melihat dari luar pagar berkawat duri yang tinggi itu. Aku datang terlambat 10 menit, sehingga sudah tidak ada tempat duduk ditikar. Kedua temankupun yang datangnya lebih dulu dari aku, terpaksa berdiri di bagian belakang. Karena tidak ingin melewatkan momen ini, aku nekat menerobos ke depan dengan tidak menghiraukan orang-orang yang kulewati. Hingga akhirnya, aku berhenti di pinggir kiri agak depan yang sudah lepas dari tikar, diatas rumput taman kecil. Setiap MC berbicara, aku sedikit menutup telingaku. Karena ternyata aku persis berada di depan Sound System besar. Aku baru sadar, kenapa tempat ini masih kosong dari tadi. Hanya orang gila yang mau duduk didepan dentaman suara Sound berwaktu-waktu. Tak apalah, yang penting bisa melihat dengan jelas dan agak dekat, sosok melayu Andrea Hirata.
Acara malam itu dimulai dengan pembukaan, Musik dan kuis-kuis yang seakan memang enggan untuk langsung ke pokok acara. Tibalah saatnya, Suara dentaman kedua MC yang keras, memanggil sebuah nama “kita sambut bersama-sama Andreaaaaa……..Hirataaaaa…….”. Kontan semua peserta yang memadati ruangan itu berteriak histeris. Muncul dari balik Backdrop, sosok melayu, berambut ikal, dengan topi khas Che Guevaranya, perawakan agak sedikit gemuk, berjalan menuju ke tengah panggung. Dialah Andrea Hirata. Bak artis Hollywood, kilatan lampu blitz kamera dari berbagai sudut terus menerus menghujani wajah si Ikal itu. Aku pun tak mau ketinggalan. Berkali-kali aku ambil gambarnya. Sayang sekali, karena kualitas kameraku yang kurang memadai untuk modus malam, maka hasilnya sangat tidak memuaskan. Tidak apalah, yang penting ada beberapa gambar yang sedikit jelas.
Andrea Hirata, Menjawab beberapa pertanyaan, bercerita tentang dirinya dan Laskar pelangi Serta memberikan beberapa masukan bagi para penulis muda (pemula), dengan khas melayunya. Kecerdasan sudah nampak dari cara bicaranya yang terkonsep. Menjelaskan hal-hal rumit namun tampak mudah untuk dipahami. Dia juga bercerita, bahwa saat ini dia sedang menggarap film layar lebar “Laskar Pelangi” yang shootingnya baru akan dimulai bulan May. Hm… jadi penasaran, seperti apa sih visualisasi Laskar Pelangi. Andai saja aku mendapat tawaran untuk ikut dalam film itu, jadi Bodenga pun aku mau. Walaupun peran ini tak pernah ada dialognya dan harus menciumi buaya.
Rasa kecewa tampak diwajah para peserta. Setelah acara selesai, panitia telah merencanakan untuk dengan acara “Book Sign”. Namun, dengan alasan bahwa Andrea Hirata sedang dalam kondisi lelah karena seharian telah banyak kegiatan maka acara tersebut di batalkan. Huuuuu……………… begitulah ungkapan dari para perserta yang sudah berharap-harap sekedar tandatangan dari si Ikal. Hm.. ya sudahlah, kami semua akhirnya meninggalkan tempat itu walaupun masih ada acara penutupan dengan musik-musik yang bagi kami, sudah tidak ada indah-indahnya sama sekali. Hilang oleh rasa kecewa.